Kamis, 10 Maret 2016

IPKM Kabupaten Sarolangun Urutan 13 Besar

IPKM Kabupaten Sarolangun Urutan 13 Besar


Rabu, 25 Februari 2015 - 12:38:09 WIB |

JAMBIUPDATE.COM, SAROLANGUN - Indeks Peningkatan Kesehatan Masyarakat ( IPKM ), Kabupaten Sarolangun pada tahun 2013 mendapat urutan 13 Nasional, sebelumnya pada tahun 2007 Kabupaten Sarolangun hanya bertengger diurutan 414 se-Indonesia.

Adapun data yang dapat dihimpun Jambiupdate.com dari Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan ( BP2K ) Kementrian Kesehatan RI Tahun 2014, Mencatat. Di Provinsi Jambi Seluruh Kabupaten/Kota mengalami kenaikan peringkat.

Namun Hanya Terdapat Satu kabupaten Dalam Provinsi jambi, Indek Peningkatan Kesehatan Masyarakatnya ,berhasil mengalami Peringkatan Bermakna , Yakni Kabupaten Sarolangun, Yang Mampu bertengger pada urutan 13 Se Indonesia.

Sedangkan 4 Kabupaten/Kota Indek Peningkatan kesesehatan Masyarakatnya menurun, Yakni kota Jambi, yang berada Pada Urutan 17 Nasional Tahun 2007 menurun menjadi urutan 93 Nasional Tahun 2013.

Di Susul Kabupaten merangin, pada Tahun 2007 berada pada Peringkat 240 Nasional, pada 2013 menurun menjadi peringkat 250, begitu juga Dengan Kabupaten Tebo, Dari urutan 238 tahun 2007 turun menjadi urutan 264 pada tahun 2013.

Terakhir kabupaten Tanjung Jabung Timur yang menempati Urutan 256 Tahun 2007, menurun menjadi Urutan 316 Pada Tahun 2013.

Meningkatnya IPKM ini, adanya peningkatan pelayanan kesehatan yang dilakukan Pemkab Sarolangun melalui Dinas Kesehatan Sarolangun kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadis Dinkes) Sarolangun, Adnan saat diwawancarai Jambiupdate.com mengatakan prestasi yang diraih ini berkat kerja sama Pemkab Sarolangun dengan Dinas Kesehatan dan juga dibantu dengan tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Sarolangun.

"Alhamdulillah, IPKM Sarolangun saat ini mendapat urutan ke 13 dari peringkat 414 pada tahun 2007, kita akan mempertahankan peringkat 13 besar ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun, Adnan.
(ded)

BUPATI SAROLANGUN: JOKOWI PRESIDEN PERTAMA YANG TEMUI ORANG RIMBA

Bupati Sarolangun: Jokowi Presiden Pertama yang Temui Orang Rimba

By
Liputan6.com, Jambi - Bupati Sarolangun, Jambi, Cek Endra, menyatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi adalah Presiden Indonesia pertama yang mengunjungi Orang Rimba Jambi, atau biasa disebut Suku Anak Dalam.

"Ini sejarah, Pak Jokowi adalah presiden pertama yang datang ke Suku Anak Dalam," ujar Bupati Cek Endra di Jambi, Jumat, 30 Oktober 2015.

Cek berharap kedatangan orang nomor 1 Indonesia di Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, bisa berdampak positif. Kehidupan komunitas suku yang tinggal di pedalaman hutan Jambi itu bisa lebih baik lagi.

Pada kunjungan itu, Jokowi mengatakan pihaknya sangat memberikan perhatian serius terhadap kehidupan suku terasing di Indonesia, termasuk Orang Rimba Jambi.

"Semua adalah rakyat kita, semuanya, tidak hanya yang di Jakarta saja," kata Jokowi.

Jokowi mengaku amat ingin bertemu langsung Suku Anak Dalam di Jambi. Sebab, kata dia, dari informasi dan berita yang dibacanya, Suku Anak Dalam sedang dalam kondisi kesulitan, baik secara kesehatan, makanan, hingga permukiman.

Pada pertemuan dengan warga rimba itu, Jokowi sempat bertanya apakah mereka mau tinggal menetap dalam rumah. Sebab, selama ini, Suku Anak Dalam dikenal dengan budaya melangun atau berpindah-pindah.

"Sudah nanti disiapkan, Bu Menhut sudah menyiapkan, Pak Bupati, Pak Gubernur. Nanti yang mengenai rumahnya diurus Mensos," kata Jokowi.

Jokowi juga menyempatkan untuk melihat kondisi 15 unit rumah khusus yang dibangun pemerintah untuk warga Suku Anak Dalam.

Jumat kemarin, dengan didampingi sejumlah menteri, Presiden Jokowi berkunjung ke Kota Jambi dan Kabupaten Sarolangun. Agenda utamanya adalah melihat penanganan bencana kabut asap. (Ron/Dms)**

25747 BALITA JADI SASARAN PIN POLIO DI KABUPATEN SAROLANGUN 2016



   25747 BALITA JADI SASARAN PIN POLIO DI KABUPATEN SAROLANGUN


Dalam rangka mewujudkan indonesia bebas polio, pemerintah Kabupaten Sarolangun bakal mengadakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) secara serentak pada tanggal 8 hingga 15 Maret 2016.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, ada 25747 balita yang jadi sasaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun.

 Menurut Kadinkes Adnan SE, M.Kes, Sasaran PIN tahun ini ada dua puluh lima lebih balita, yang tersebar disetiap Kecamatan dalam Kabupaten Sarolangun. Balita yang paling banyak di Puskesmas kecamatan Pelawan sebanyak dua ribu tujuh ratus enam puluh lima balita, setelah itu disusul Kecamatan Singkut sebanyak dua ribu enam ratus enam puluh balita dan ketiga Kecamatan Pauh dua ribu empat puluh enam balita.Yang paling sedikit di Puskesmas mersip sebanyak lima ratus tiga balita, “tambah Adnan.

Oleh karena itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun dan jajaran menyediakan pos PIN di seluruh Desa, bahkan untuk satu desa atau kelurahan bisa mencapai tiga atau empat tempat, yang akan melayani masyarakat sejak tanggal 8 hingga 15 maret 2016 mendatang.

“Total pos PIN kita sebanyak tiga ratus empat puluh dua yang akan tersebar di seluruh desa, intinya setiap desa sudah kita sediakan pos PIN, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak imunisasi,” terang Adnan lagi.
Disamping membuka pos PIN di seluruh desa, pada tanggal 8 maret nanti, juga akan di buka pos PIN yang akan di pusatkan di Kecamatan Pelawan,” Harapan kita sebagai masyarakat yang ada anak berusia di bawah 59 bulan, segera membawa anaknya ke pos PIN terdekat.Dengan diadakan Pekan Imunisasi Nasional, diharap semoga anak Indonesia khususnya Kabupaten Sarolangun terbebas dari serangan Polio.

Poliomielitis atau polio, adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis).

Polio sudah dikenal sejak zaman pra-sejarah. Lukisan dinding di kuil-kuil Mesir kuno menggambarkan orang-orang sehat dengan kaki layu yang berjalan dengan tongkat. Kaisar Romawi Claudius terserang polio ketika masih kanak-kanak dan menjadi pincang seumur hidupnya.

Virus polio menyerang tanpa peringatan, merusak sistem saraf menimbulkan kelumpuhan permanen, biasanya pada kaki. Sejumlah besar penderita meninggal karena tidak dapat menggerakkan otot pernapasan. Ketika polio menyerang Amerika selama dasawarsa seusai Perang Dunia II, penyakit itu disebut ‘momok semua orang tua’, karena menjangkiti anak-anak terutama yang berumur di bawah lima tahun. Di sana para orang tua tidak membiarkan anak mereka keluar rumah, gedung-gedung bioskop dikunci, kolam renang, sekolah dan bahkan gereja tutup.

Poliovirus adalah virus RNA kecil yang terdiri atas tiga galur berbeda dan amat menular. Virus akan menyerang sistem saraf dan kelumpuhan dapat terjadi dalam hitungan jam. Polio menyerang tanpa mengenal usia, lima puluh persen kasus terjadi pada anak berusia antara 3 hingga 5 tahun. Masa inkubasi polio dari gejala pertama berkisar dari 3 hingga 35 hari.

Rabu, 09 Maret 2016

TUGAS STRUKTUR ORGANISASI MINTZBERG DINAS KESEHATAN KABUPATEN SAROLANGUN


TUGAS STRUKTUR ORGANISASI MINTZBERG

Tabel  Posisi Pejabat Dalam  Struktur Organisasi Mintzberg
 Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi

Posisi
Versi Sebenarnya (1)
Versi yang di Sarankan (2)

Top Manager
Pembuat keputusan tertinggi/
Strategic Apex:

Top general managers of the organization and their personal staff.

Kepala dinas dan sekretaris dinas kesehatan
Bupati
Middle Manager
Manajer pelaksana/ Middle Line:

Managers who sit in direct line of formal authority between the people of the strategic apex and operating core
Kepala Bidang:
1.     Pelayanan  Kesehatan Dasar
2.     Pemberatansan Penyakit Menular (P2M)
3.     Kesehatan Keluarga
4.     Promosi Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan (Promkesling)



Kepala Dinas
Pelaksana Kegiatan
Operating Core:

Employees who themselves produce the basic products and service of the organization 
Bidang:
1.     Pelayanan Kesehatan Dasar
a.     Seksi pelayanan kesehatan dasar
b.    Seksi sistem informasi dan manajemen
c.     Seksi farmasi
2.      Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)
a.     Seksi surveilans
b.    Seksi pemberantasan penyakit
c.     Seksi imunisasi
d.     
3.     Kesehatan Keluarga
a.     Seksi kesehatan ibu dan anak
b.    Seksi kesehatan remaja dan usia lanjut
c.     Seksi gizi

4.     Promosi Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan (Promkesling)
a.     Seksi upaya kesehatan bersumber daya masyarakat
b.    Seksi penyehatan lingkungan dan pemukiman
c.     Seksi promosi kesehtan dan kesehatan institusi
Bidang :
1.     Pelayanan Kesehatan Dasar
a.     Seksi pelayanan kesehatan dasar dan lanjutan
b.    Seksi sistem informasi dan manajemen
c.     Seksi mutu pelayanan
d.    Seksi farmasi


2.     Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)
a.     Seksi surveilans
b.    Seksi pemberantasan penyakit
c.     Seksi imunisasi
3.     Kesehatan Keluarga
a.     Seksi kesehatan ibu dan anak
b.    Seksi kesehatan remaja
c.     Seksi kesehatan usia lanjut
d.    Seksi gizi
4.     Promosi Kesehatan
a.     Seksi promosi kesehatan
b.    Seksi pemberdayaan masyarakat
c.     Seksi kesehatan sekolah
d.    Seksi kesehatan bersumberdaya masyarakat
5.     Kesehatan Lingkungan
a.     Seksi penyehatan lingkungan
b.    Seksi penyehatan pemukiman
c.     Seksi penyehatan pengolahan makanan
d.    Seksi pengawasan kesehatan lingkungan
Pembuat Standar
Technostructure:

Analysts, out of the formal "line" structure, who apply analytic techniques to the design and maintenance of the structure and to the adaptation of the organization to its environment


Kepala Bidang dan Seksi

Peneliti / Staff ahli Akreditasi
Suport Staff

Groups that provide indirect support to the rest of the organization
Sekretariat :
1.     Sub Bagian umum dan kepegawaian
2.     Sub bagian keuangan
3.     Sub bagian perencanaan


Sekretariat :
1.     Sub bagian umum dan  kepegawaian
2.     Sub bagian keuangan
3.     Sub bagian perencanaan
4.     Sub bagian perlengkapan
Client

Masyarakat
Masyarakat

 Menurut saya, organisasi diatas akan lebih baik memakai sistem organisasi professional menekankan otoritas yang bersifat professional (kekuatan keahlian). Seseorang bekerja di organisasi pemerintah dalam kapasitas profesional bertanggung jawab untuk melaksanakan fungsi dan menerapkan undang-undang dan peraturan yang mengatur lembaga tersebut. Sebuah birokrasi yang profesional dalam bisnis memungkinkan para profesional yang bekerja tingkat yang lebih besar dari kontrol atas pekerjaan mereka.
BUPATI, merupakan Kepala Daerah (Manajer Tertinggi) dalam organisasi pemerintah di suatu kabupaten. Yang memiliki kekuasaan penuh dan dibantu oleh manajer- manajer tangguh (seperti manajer fungsional, mengintegrasikan manajernya). Manajer berfungsi sebagai motivator, visioner, pelimpahan wewenang, tanggung jawab penuh terhadap organisasi nya.


Selasa, 16 Februari 2016

MENINGKAT ANGKA KESAKITAN ISPA DI KABUPATEN SAROLANGUN TAHUN 2015



Penderita ISPA dan Deare Di Sarolangun Meningkat

Sarolangun,JAMBISATU.com - Pekatnya kabut asap di Kabupaten Sarolangun, membuat jumlah penderita Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sarolangun, H Adnan.
"Iya, terjadi peningkatan yang cukup segnifikan untuk penderita ISPA di Sarolangun, peningkatan terjadi seminggu terakhir ini," ujarnya.
Berdasarkan data pada minggu sebelumnya, penderita ISPA sebanyak 528 orang, sedangkan pada minggu ini meningkat menjadi 571 orang. Namun untuk jumlah keseluruhan penderita ISPA di Kabupaten Sarolangun sebanyak 15,994 orang.
"Jika kita persentase kan kenaikan penderita Ispa ini meningkat sekitar 10 sampai dengan 15%, mayoritas penderita ISPA di Sarolangun adalah anak-anak," sebutnya.

Karena penderita ISPA mengalami peningkatan yang signifikan, Dinas Kesehatan  telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mempertimbangkan agar meliburkan anak-anak sekolah terutama Paud, TK dan SD.

"Kita juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah," tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun, Lukman mengatakan, pada 2 September 2015, pihaknya telah meliburkan siswa Paud dan TK yang ada di Kabupaten Sarolangun. "Kita baru meliburkan anak-anak Paud dan TK, untuk SD, SMP dan SMA sederajat, sekarang kita lagi melihat situasi, apabila kabut sudah sangat pekat, maka kita langsung meliburkan para siswa tersebut," jelasnya. 
Menurutnya, lamanya waktu libur sekolah akan disesuaikan dengan kondisi udara. "Kemungkinan besar SD, SMP dan SMA akan segera kita liburkan, berapa lama kita liburkan tidak tentu, karena kita melihat kondisi udaranya. Jika udaranya sudah cerah, kami langsung memberi himbauan kepada sekolah untuk masuk lagi," terangnya.(*)


Reporter: Mardanus
Editor: Atika Sulasmita

PERINGATAN HKN DI KABUPATEN SAROLANGUN TAHUN 20I5





Peringati Hari Kesehatan Nasional IDI, PDGI, RSUD dan BPJS Kesehatan Kabupaten Sarolangun Menggelar Acara Bakti Sosial Dan Pengabdian Masyarakat. Sarolangun, RN - Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof.Dr.H.M.Chatip Quzwen Kabupaten Sarolangun dan BPJS Kesehatan Kabupaten Sarolangun menggelar acara Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat guna untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke 51 yang bertempat di Desa Pematang Kulim Singkut VII Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun, Kamis (12/11/15) kemarin.

Acara tersebut di buka langsung oleh Asmawi Sani selaku Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Kabupaten Sarolangun yang telah di beri mandat oleh Bupati Sarolangun Drs. H. Cek Endra ini  berlangsung ramai dan meriah, Ratusan Masyarakat Pematang Kulim Singkut VII Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun sangat antusias menyambut baik serta terlihat berbondong-bondong mendatangi lokasi acara HKN dan rebutan mendaftarkan diri untuk Donor Darah dan periksa kesehatan dan lain-lain secara gratis dari mulai anak-anak hingga orang tua, puluhan tim medis pun sampai kwalahan untuk melayani masyarakat yang ingin berobat. Acara tersebut berlangsung satu hari penuh dari mulai pagi hari hingga sore harinya. Di pagi harinya tim medis melaksanakan senam Sehat bersama ratusan masyarakat setelah itu di lanjutkan dengan acara Donor darah dan periksa kesehatan.

Bupati Sarolangun, Drs Cek Endra yang diwakili oleh Asmawi Sani selaku Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kabupaten Sarolangun dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Sarolangun, RSUD Prof.Dr.H.M.Chatip Quzwen Kabupaten Sarolangun dan BPJS Kesehatan Kabupaten Sarolangun.

"Rangkaian kegiatan untuk memperingati hari Kesehatan Nasional ke-51 yang dimulai tanggal 27 Oktober 2015 lalu dan puncaknya dilaksanakan pada hari ini (kemarin red), merupakan bukti kongkrit dari peran IDI, PDGI cabang Sarolangun RSUD Prof.Dr.H.M.Chatip Quzwen Kabupaten Sarolangun dan BPJS Kesehatan Cabang Sarolangun untuk mewujudkan Sarolangun yang lebih sehat". kata Bupati Sarolangun, Drs Cek Endra yang diwakili oleh Asmawi Sani selaku Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kabupaten Sarolangun.

Asmawi berharap dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ini dapat menjadi momentum untuk melakukan upaya-upaya terbaik dalam rangka mewujudkan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Tambahnya dengan nada tegas. Dr. Irwan Kepala RSUD Kabupaten Sarolangun yang di wakili oleh Sekretaris saat sambutannya mengatakan akan selalu mengutamakan kesehatan masyarakat dan selalu berupaya untuk membantu apapun keluhan masyarakat tentang masalah kesehatan kapan saja dan di mana saja. "kami bersedia dan siap kapan saja bila di butuhkan pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk membantu dan melayani kesehatan masyarakat sekabupaten sarolangun". Paparnya.

Dr. Bambang Hermanto selaku ketua panitia saat Laporannya mengatakan kegiatan peringatan HKN ini guna untuk mempererat tali siraturahmi anta tim kesehatan dan bersama-sama mengabdi untuk kesehatan masyarakat kabupaten sarolangun khususnya di Desa Pematang Kulim Singkut VII Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun hari ini (kemarin red). Jelasnya saat laporan. (A.Fuady/Halim)